Kamis, 31 Oktober 2013

Benih padi

Benih padi yang unggul sangat penting sekali bagi kita karena benih merupakan faktor utama dan penentu keberhasilan budidaya kita. Bagaimanapun baiknya perawatan tanaman yang kita lakukan tidak akan ada gunanya jika benih padi yang kita gunakan sangat jelek.

Kini sangat banyak benih padi yang beredar di pasaran, namun apakah semuanya mempunyai kualitas yang baik? Seringkali kita menemukan kejadian walaupun benih yang kita gunakan tersebut telah bersertifikat dan berlabel namun setelah kita tanam hasilnya kurang memuaskan. Yah, namanya juga jaman sekarang apa saja bisa dicurangin apalagi proyek benih. Wuih....waspadalah.....

Langkah yang utama untuk membuat benih padi yang unggul adalah kita harus memiliki benih padi  berlabel putih, benih dengan label putih bisa kita dapatkan di balai benih padi setempat.  Seandainya kita kesulitan mendapatkan benih berlabel putih kita bisa juga menggunakan benih yang berlabel ungu. Benih berlabel ungu bisa kita dapatkan di kios-kios pertanian. Kebutuhan benih sekitar 25 Kg untuk lahan 1 ha.

Langkah yang kedua kita siapkan lahan untuk menanam padi tersebut. Lahan harus terisolasi dengan tanaman padi yang lain agar kemurniannya terjaga. Jarak antar lahan dan tanaman padi yang lain minimal 10 m. Atau paling enak kalau kita menanamnya berbeda waktu dengan tanaman padi yang lain. Terserah saja caranya yang penting jangan sampai waktu pembungaannya sama.

Sebelum benih label putih/ ungu  kita semai, sebaiknya kita seleksi dulu dengan menggunakan air garam/ air abu. Gunakan benih yang terendam dan jangan gunakan benih yang mengapung. Rendam dengan air bersih ditambah pupuk organik cair NASA selama 24 jam dan tiriskan selama 24 jam pula. Namun jika calon akar belum ada 0,5 cm pemeraman bisa diperlama 24 jam lagi.

Lahan pesemaian kita siapkan seperti biasa dengan luas kurang lebih 20 % dari luas lahan. Cara pembuatan bibit seperti padi biasa, hanya yang harus diperhatikan adalah saat bibit padi umur 1 minggu sebaiknya semprot Pupuk Organik Cair NASA + HORMONIK + pestisida organik PESTONA secukupnya. Dan saat bibit satu minggu menjelang  tanam sebaiknya kita aplikasi pestisida organik BVR dan CORRIN, agar saat penanaman nanti tidak ada hama dan penyakit yang terbawa ke pertanaman.

Pada saat pengolahan tanah luku garu sebaiknya ditaburi Dolomit  ditambah pupuk organik padat SUPERNASA dan Phospat (TSP atau SP-36).

Cara penanaman benih padi unggul yang baik adalah harus memperhatikan jarak tanam, yaitu jangan kurang dari 22 cm. Dan gunakan sistem tanam legowo 2 : 1 atau maksimal  4:1. Tanam harus umur muda, kurang dari 18 hss (hari setelah semai). Saat penanaman jangan terlalu dalam. Gunakan cara tanam jiwir 2-3 batang per lubang. Inilah kunci untuk meningkatkan produksi benih padi unggul.

Dalam pemeliharaan yang paling penting adalah pengairan yang berselang, yaitu pemberian air dan buang air sampai tanah agak mengering. Tanaman jangan selalu direndam air. Pemupukan gunakan NPK 300 kg/ ha dan tambahkan urea 100 kg/ha atau sesuaikan kebutuhan dengan menggunakan bagan warna daun.  Pemupukan bisa diberikan 2 kali ataupun 3 kali. Penyemprotan Pupuk Organik Cair NASA dan HORMONIK atau GREENSTAR tiap 1-2 minggu sekali dan bisa dicampur dengan pestisida organik seperti PESTONA, BVR dan CORRIN.

Ketika tanaman benih padi unggul telah berbuah maka perlu dilakukan penyortiran, hal ini berguna untuk meningkatkan kemurnian benih. Penyortiran dilakukan dengan cara membuang/ memangkas bulir-bulir padi yang berbeda varietasnya. Pemangkasan juga dilakukan terhadap jenis gulma yang sefamili dengan padi.

Ada trik juga untuk memantapkan pengisian bulir, yaitu dengan cara menambahkan pupuk NPK ditambah pupuk organik padat POWER NUTRITION ketika bulir padi telah masak susu. Hal ini berfungsi untuk memperlama proses pengisian dan memundurkan masa panen.

Pemanenan benih padi unggul dilakukan jangan bersamaan dengan tanaman padi konsumsi. Hal ini bertujuan agar supaya benih tidak tercampur dengan benih lain. Gunakan sabit yang bergerigi dan taruh potongan malai pada terpal atau karung bekas. Pemanenan dilakukan saat padi menguning sekitar 90 %.

Penjemuran calon benih padi unggul sebaiknya  tidak dilakukan dilantai jemur, tapi harus diberi alas terpal atau anyaman bambu. Penjemuran sebaikknya dilakukan saat pagi hari sekitar jam 07.00 sampai jam 10.00 dan sore hari sekitar jam 14.30 sampai jam 17.00. Keringkan sampai kadar air sekitar 14-12 %. Sebelum digunakan untuk benih sebaiknya benih padi unggul dilakukan stagnasi dulu (disimpan dalam karung) sekitar  1-2 minggu. Setelah proses stagnasi bibit padi unggul siap digunakan.

Rabu, 18 September 2013

Kandungan Pupuk Organik

Kandungan Pupuk Organik Nasa
Pupuk organik NASA telah mendapatkan sertifikasi organik oleh Deptan dengan analisa lab Sucofindo.
Kandungan :
N 0.12%, P2O5 0.03%, K 0.31%, Ca 60.40 ppm, S 0.12%, Mg 16.88 ppm, Cl 0.29%, Mn 2.46 ppm, Fe 12.89 ppm, Cu <0.03 ppm, Zn 4.71 ppm, Na 0.15%, B 60.84 ppm, Si 0.01%, Co <0.05 ppm, Al 6.38 ppm, NaCl 0.98%, Se 0.11 ppm, As 0.11 ppm, Cr <0.06 ppm, Mo <0.2 ppm, V <0.04 ppm, SO4 0.35%, C/N ratio 0.86%, ph 7.5, Lemak 0.44%, Protein 0.72%

Kandungan Lain :
Asam-asam organik (Humat 0,01%, Vulvat, dll)
Zat Perangsang Tumbuh : Auksin, Giberelin, Sitokinin.

PENGENALAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) NASA

Tujuan pengenalan Pupuk Organik Cair NASA adalah mengajak masyarakat petani menuju suatu pertanian yang ekonomis, praktis dan ramah lingkungan.
EKONOMIS : Artinya petani sangat diuntungkan secara ekonomi. Dari segi budidaya dapat dihemat, hasil panen ditingkatkan dan kualitas panen ditingkatkan, sehingga harga panen lebih baik, lebih berkualitas dan lebih berguna kalau dikonsumsi oleh orang yang mengkonsumsi hasil pertanian. Ini maksudnya ekonomis. Jadi kalau dianalisa, yang jelas petani lebih diuntungkan daripada tidak menggunakan teknologi NASA. PRAKTIS Artinya teknologi yang disampaikan sangat praktis dan mudah, yaitu hanya semprot dan siram. Itu teknologi yang sangat sederhana dan mudah dilakukan. Petani yang sederhana sekalipun mampu melakukan, apalagi petani yang luar biasa pintar (mungkin terdidik dari segi pertanian).

RAMAH LINGKUNGAN “: Artinya teknologi yang dipakai NASA ini betul-betul organik dan tidak memberi efek samping negatif, dari mulai lahan yang ditanami, tanaman yang ditanam, petani yang menanam, sampai pada orang yang mengkonsumsi hasil pertanian tersebut. Karena 100 % organik . KENAPA HAL INI PERLU DISAMPAIKAN ? Selama ini petani kondisinya sudah sangat terpuruk. Hasil panennya menurun, harganya hancur, harga pupuk meningkat, dan akhirnya petani menderita. Dan jeritan petani ini siapa yang peduli ? Dan PT. NASA (meskipun masih kecil saai ini sudah menggurita) mempunyai idealisme, visi dan misi untuk membantu petani.

PETANI DIAJAK BERPIKIR SECARA SEDERHANA Misalnya: ada sebuah tanaman, untuk tumbuh membutuhkan makan seperti halnya manusia tumbuh membutuhkan makanan. Kalau manusia makan tentu ada nasi, sayuran dan sebagainya. Ahli gizi menyatakan 4 sehat 5 sempurna, yaitu terdiri dari nasi dalam jumlah banyak, sayur-mayur, lauk pauk, buah-buahan dan susu. Jika unsur tersebut dikonsumsi, maka manusia akan sehat dan tumbuh dengan optimal. Begitu juga dengan tanaman membutuhkan makanan. Sampai detik ini jumlah unsur yang dibutuhkan tanaman ada 90 unsur (didunia pertanian namanya UNSUR HARA) yang diambil dari tanah. Dari 90 unsur hara tersebut, 13 unsur hara wajib ada. Kalau tidak ada satu saja, maka tanaman ini akan menghadapi masalah. Tanaman akan protes. Protesnya tanaman yaitu: 1) Daunnya menguning 2) Mudah terserang penyakit 3) Hasilnya menurun (tidak produktif) 4). Tumbuh kerdil 5) Mati Hal ini disebabkan kekuarangan unsur hara.

Ke 13 unsur hara ini di dunia pertanian namanya 13 UNSUR HARA ESENSIAL yang terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu:

Kelompok Unsur Hara Makro atau dinamakan sebagai nasinya tanaman (ada 6 unsur).
Kelompok Unsur Hara Mikro atau dinamakan lauk pauknya tanaman (ada 7 unsur). Makro artinya besar (dibutuhan dalam jumlah yang banyak) Mikro artinya kecil (dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit, tetapi wajib ada). Ibarat sebuah mobil yang bannya banyak adalah unsur hara makro (atau nasinya tanaman), sedangkan setir yang jumlahnya hanya satu (sedikit) adalah unsur hara mikro (atau lauk pauknya tanaman).
Nasinya tanaman ada 6 unsur :

Urea (N) kandungan Nitrogennya tinggi ¡¾ 46 %
Pospat (P) = TSP dari batuan pospat C2o5. Kandungan pospatnya ¡¾ 36 %, maka disebut SP36 3..
Kalium (KCL)
Kalsium (dijumpai pada kapur pertanian/dolomit)
Sulfur (belerang)
Magnesium, Keenam unsur ini adalah nasinya tanaman yang dibutuhkan tanaman (dalam jumlah banyak), maka disebut unsur hara makro.
Sedangkan lauk pauknya itu ada 7 unsur antara lain Fe, Na, Br, Mg, Zn disebut unsur hara mikro. Unsur hara mikro ini terdapat pada pupuk organik. Pupuk organik yang selama ini dikenal petani adalah pupuk kandang dan pupuk kompos. Ini adalah fakta, bahwa tanaman membutuhkan lauk pauk dan nasi, dimana kalau kita menginginkan hasil panen yang luar biasa maka kedua unsur tersebut harus cukup.

SEJARAH; Sebelum tahun 1969 petani belum mengenal adanya pupuk Urea, Tsp, Kcl. Petani hanya mengenal pupuk kandang dan kompos (yang notabene kaya akan lauk pauk tetapi sedikit nasi ). Sehingga lahan pertanian di Indonesia sebelum tahun 1969 kaya raya lauk pauk tetapi miskin nasi. Sehingga produksi rata-rata ¡¾ 5 ton perhektar padi. Pada tahun 1969 petani mulai dikenalkan Program Inmas dan Bimas dengan Panca Usaha Tani, ada pestisida, pupuk, benih dan seterusnya. Pad waktu dikenalkan dengan yang namanya urea, Tsp, Kcl (yang notabene adalah nasinya tanaman) sangat susah bagi petani untuk percaya, karena telah terbiasa menggunakan pupuk kandang dan kompos. Di samping itu belum ada yang mencoba dan membuktikan. Tetapi begitu ada 1 – 2 orang yang mencoba dan hasilnya luar biasa (misalnya dari 5 ton perhektar menjadi 9 ton perhektar), petani akhirnya mulai beramai-ramai memakai pupuk tersebut.

PERUBAHAN BUDAYA PEMUPUKAN ; Ketika hasil panen meningkat dari 5 ton menjadi 9 ton, petani tidak menyadari telah terjadi perubahan budaya pemupukan. Petani menganggap pupuk kandang dan pupuk kompos ternyata kalah bagus dengan pupuk pabrik (urea, tsp, kcl). Besoknya setelah panen, petani menanam lagi, hasilnya 8 – 8,5 ton perhektar, itupun dikatakan bagus (meskipun terjadi penurunan ¨ö kwintal). Terjadi penurunan ¨ö kwintal tidak kelihatan. Petani tidak sadar kalau terjadi penurunan ¨ö kwintal. Kalau sejak tahun 1969-2003 sudah berapa lama ? 35 tahun !. Kalau 1 tahun petani tanam 3 kali, berarti sudah 105 x tanam. Kalau dikalikan penurunan ¨ö kwintal, terjadi penurunan 5,1 ton. Kalau yang tadinya 9 ton perhektar turun menjadi 4 ton perhektar, bahkan di bawah garis produksi pada tahun 1969. Celakanya lagi penggunaan pupuk pabrik tidak diimbangi dengan pupuk organik, berarti tanah susah terurai akhirnya tertingal di lahan. Residu-residu pupuk pabrik ini akan membuat tanah menjadi keras dan bantat. Kalau dulu tahun 1969, kita masuk ke sawah mungkin selutut dalamnya. Tetapi sekarang barangkali hanya setinggi mata kakai. Tanah keras ini susah ditembus oleh akar. Perkembangan akar (airasi=pernapasan) bisa terganggu, karena akar susah berkembang akibat tanah keras. Padahal akar itu ibaratnya mulutnya tanaman. Mulut itu dibumpet, lubang tempat masuknya makanan Cuma sedikit. Kira-kira bisa produktif apa tidak ? Tentu kurang produksinya.Kemudian karena sifatnya yang kurang organik atau tidak organik, terkadang membuat mikro organisme yang menguntungkan menjadi susah berkembang. Di lahan sawah sekarang jarang ditemukan cacing.

KONDISI TANAH TERBALIK; Kalau dulu sebelum tahun 1999 itu hanya lauk pauk tetapi miskin nasi, sekarang terbalik, hanya kaya nasi tetapi miskin lauk pauk. Itu yang terjadi. Bahkan di harian Kompas edisi September tahun 2000 mengatakan 8 % lahan pertanian Indonesia mengalami pemiskinan unsur hara mikro atau pemiskinan lauk pauk. Petani kalau menanam pupuknya apa ? Tentunya Urea Tsp, Kcl (berarti petani hanya memberi nasi). Nasi saja tidak komplit. Seharusnya nasinya ada 6 unsur, yaitu Urea, Tsp, Kcl, Za (diambil sulfurnya), Kapur (diambil kalsiumnya), pupuk grenbat (diambil Magnesiumnya). Kalau anak kecil lahir hanya diberi nasi saja, kira-kira bisa sehat apa tidak ? Tentunya tidak sehat. Itu hanya karbohidrat untuk tenaga, tetapi zat pembangunnya tidak ada. Proteinnya hamper tidak ada. Vitamin sebagai katalisator tubuh juga tidak ada. Mineral dan sebagainya sedikit sekali. Ibarat seperti itu sama dengan tanaman. Pemakaian pupuk pabrik saja tanpa diimbangi pupuk organic tidak akan pernah mencapai 10 ton perhektar padi, bahkan akan terus menurun. Percayalah !! Kami tidak jual POC NASA pertama-tama, tetapi mengajak petani kembali ke ramah lingkungan (jangan hanya menggunakan pupuk pabrik saja). Pupk pabrik penting, Cuma harus dimbangi dengan pemakaian pupuk organik. ANJURAN PEMERINTAH Pemerintah melalui dinas pertanian ingin menyarankan kepada petani supaya mengembalikan kesuburan tanah seperti tahun 1969. Caranya adalah petani harus memupuk lahannya 20-40 ton perhektar setiap masa tanam. Kira-kira sanggupkah petani ? Kami sepakat sekali anjuranya luar biasa bagus, tetapi susah dilaksanakan oleh petani. Jangankan 20-40 ton perhektar, barangkali 5 ton saja sudah susah mendpatkan pupuk kandangnya. Kotoran sapinya mau cari dimana ? Kotoran kambingnya mau cari dimana ? Kotoran ayamnya mau cari dimana ? Anjuran pemerintah bagus tetapi tanpa adanya solusi.

KUALITAS PUPUK KANDANG DAN KELEMAHANNYA; Tidak ada yang mampu mengalahkan kualitas pupuk kandang karena buatan Tuhan. Tetapi bukan berarti pupuk kandang tidak punya kelemahan. Banyak kelemahannya, secara kualitas sebagai pupuk yang terbaik, tetapi secara teknis kadangkala banyak kelemahannya. Coba dibayangkan pupuk kandang dari kandang ternak mungkin harganya Rp. 100.000,- per truk, tetapi tida mungkin kotoran (pupuk kandang) itu naik sendiri ke truk. Ini harus memakai tenaga orang yang mengangkut (memanggul) ke truk. Ini perlu ongkos. Dari kandang sampai ke lahan misalnya jaraknya 20-30 km perlu transport. Ini juga perlu ongkos. Dan tidak mungkin alat transport langsung terjun ke lahan. Ternyata hars butuh orang yang mengangkat lagi. Ini juga perlu ongkos lagi. Sehingga secara ekonomi hal ini kurang menguntungkan. Terlalu tinggi ongkosnya buat petani. Di samping itu keseragaman bongkahan pupuk kandang unsur haranya tidak sama, juga makanan yang di konsumsi oleh ternak itu juga tidak sama. Kalau ternak itu memakan makanan yang bergizi, kotoran yang dihasilkan itu juga luar biasa bagus. Nah kalau misalnya ternak Cuma diberi bongkahan ketela saja, tentunya ternak akan kurus, sehingga kotoran yang keluar juga tidak bagus. Pupuk kandang juga juga membawa bibit penyakit. Banyak sekali penyakit yang ditularkan dari sapi yang dilepas. Sapi itu mengkonsumsi rumput liar (biji-bijian bakal tumbuhnya rumput). Ini tidak tercerna oleh usus, akhirnya keluar lagi dan ketika digunakan sebagai pupuk akhirnya tumbuh gulma dan padi secara bersamaan. Tetapi secara kualitas apapun yang terjadi, suka atau tidak suka, pupuk kandang adalah pupuk yang terbaik, terlepas dari segala kelemahannya.

ILMUWAN PT. NASA; Keprihatinan ini mengelitik hati ilmuwan NASA Ir. Sumarno. Keprihatinan kekurangan unsur hara mikro jelas butuh disuplai pupuk kandang dalam jumlah yang banyak, tetapi tidak mungkin. Akhirnya Ir. Sumarno (dalam penelitian selama 15 tahun) menemukan formula pupuk organik cair multiguna NASA. Kandungan 1 botol (0,5 liter) POC NASA setara dengan 0,5 ton pupuk kandang mikro (dalam hal lauk pauk) bagi tanaman. Nasinya bagaimana ? Nasinya tetap ada, tetapi tidak banyak. Sehingga POC NASA ini tetap memerlukan pupuk pabrik (Urea, Tsp, Kcl) tetapi dosisnya boleh dikurangi sampai 25 -50 % sesuai anjuran pabrik (bukan sesuai kebiasaaan petani). Kalau pakai standar kebiasaan petani bisa repot. Kalau petani yang ekonominya agak bawah dosisnya sedikit masih dikurangi lagi. Misal anjuran pabrik 100 kg, maka petani boleh memakai 75 kg. Jadi POC NASA tetap memerlukan kerjasama dengan pupuk pabrik, sehingga tanaman disuplai nasinya dari pupuk pabrik sedangkan lauknya dari POC NASA.

ASAM HUMAT FULFAT POC NASA ; dilengkapi dengan yang namanya Asam Organik Humat Fulfat yang berfungsi menguraikan sisa-sisa pupuk kimia di lahan yang menyebabkan tanah menjadi keras (bantat) terutama Tsp (F2o5), sehingga bisa terurai. Lahan semakin lama makin gembur dan ini bisa dikonsmsi oleh tanaman lagi. Mungkin saat ini petani memupuk dengan Tsp belum berfungsi (sedikit dicerna oleh tanaman) tetapi setelah diberi POC NASA diam-diam petani mempunyai tabungan di lahan yaitu berupa Tsp yang bisa terserap lagi oleh tanaman. Ini juga meningkatkan senyawa POLIFENOL di dalam tumbuhan. Kalau pada manusia adalah sel darah putih. Jadi misalnya manusia terserang penyakit (misal influaensa) tubuh ini sudah punya pertahanan (tentara yang melawan penyakit) namanya sel darah putih. Tanaman ini juga punya sel darah putih, namanya senyawa Polifenol. Dengan diberi POC NASA maka senyawa polifenol ditingkatkan, artinya daya tahan tubuh tanaman terhadap penyakit menjadi meningkat.. Kemudian pupuk ini juga dilengkapi dengan Asam amino, protein, mineral, multi vitamin dan sebagainya sehingga bersifat multiguna. Selain untuk tanaman ini juga berfungsi untuk ternak (sapi, kambing, unggas, ikan).

BUKTI PEMAKAIAN POC NASA; Petani yang pernah mencoba POC NASA diberbagai daerah di Indonesia hasil panennya meningkat (karena fungsinya ditambah), tidak mudah terserang penyakit (karena daya tahan tubuh tanaman ditingkatkan) dan itu sudah banyak bukti (bisa lihat di CD Pertanian) Bahkan di daerah tertantu sudah banyak yang mem-buktikan menanam pada lahan yang sulit air. Air pada musim kemarau sulit diperoleh, tetapi ada petani yang memakai POC NASA dan Hormonik disemprotkan ke padi, ternyata mampu bertahan hidup bahkan sampai berbuah (meskipun tidak maksimal). Ini menunjukkan kehebatan dari POC NASA dan Hormonik. Masih banyak bukti lainnya, misalnya jagung, semangka, melon tembakau, bawang merah, dan sebagainya. Bahkan POC NASA bisa digunakan pada tanaman di lahan pasir (hasil riset di Pandan Simo). Kita dokumentasikan di CD sebetunya dari orang-orang yang sudah membuktikan kehebatan produk NASA (jadi bukan sebuah rekayasa). Dan POC NASA sebetulnya sudah dilengkapi dengan zat perangsang tumbuh. Ada sitokinin, auksin, dan giberelin. Tanaman itu selain butuh air nutrisi, unsur hara, oksigen, matahari juga memerlukan zat perangsang tumbuh. Tetapi jika petani ingin memaksimalkan, POC NASA mempunyai hormon 100 % organik. Murni Organik. Kalau petani mencari hormon murni yang organik, harganya tentu mahal. Tetapi POC NASA ini bukan sintetis, melainkan betul-betul organik.

APLIKASI POC NASA; Aplikasinya atau pemakaiannya mulai disiram pada tanaman, disemprot, bahkan bisa untuk perendam benih padi. Padi yang mau kita tanam bakal buah kita rendam dulu. Itu kalau manusia ibarat embrio (janin bayi yang ada diperut ibu). Janin itu membutuhkan gizi waktu di perut. Benih padi yang mau ditanam direndam dengan air POC NASA. Artinya embrio sudah diberi gizi. Insya Allah nanti waktu dikecambahkan (ditebar) pertumbuhannya bisa seragam dan lebih cepat pertumbuhannya. Silakan buktikan !! Jadi sejak dini sudah mulai diterapkan, sejak lahan uritan, disemprotkan ke benih sampai pengolahan lahan yang mau ditanam. Kemudian disemprot 3 kali pada umur 15, 25, 40 hari. Itu saja caranya. Hasilnya akan berbeda.

APLIKASI HORMONIK; Kalau hormonik lebih tepat disemprotkan. Satu tangki dosisnya ratarata 4 tutup botol POC NASA + 1 tutup botol hormonik.Khusus yang ditambah hormonik bisa disemprotkan.


APLIKASI SUPERNASA; Kemudian kita juga punya SUPERNASA. Ini khusus untuk pengolahan lahan, ini juga setara dengan 1 ton pupuk kandang /kg, hanya kandungan makronya (nasinya) lebih tinggi. Sehingga kalau pengolahan lahan memakai SUPER NASA, pupuk pabriknya boleh dikurangi sampai 50 %. Nasinya lebih tinggi jika dibandingkan POC NASA, lauk pauknya setara dengan 1 ton pupuk kandang. Kita juga punya Tambak Organik Nusantara. Ini khusus untuk tambak (ikan) yang fugsinya: 1. Menciptakan pakan alami (plankton, zooplankton, phytoplankton) dari ikan dan udang. Ini bisa ditumbuhkan secara alami dengan baik dengan menggunakan TON. 2. Menyembuhkan lahan yang sudah kolusif oleh limbah terutama daerah pantai (tambak) yang aliran airnya dari sungai. Sungai sekarang ini banyak dialiri banyak limbah idustri, pestisida, dan sebagainya yang akhirnya bermuara sampai pantai dan airnya disedot untuk tambak sehingga ikan dan udang banyak yang mati. Contoh di daerah pekalongan. Disana banyak sekali pabrik batik yang kebanyakan limbahnya dibuang kesungai. Akhirnya mengalir ke pantai dan air lautnya dipakai ke tambak. Tambak disana rusak total. Kalau tebar bandeng 2 hari saja banyak yang mati, apalagi udang yang lebih mudah sakit dibandingkan bandeng. Tetapi setelah kita coba dengan menggunakan TON, ternyata udang yang ditebar mampu bertahan sampai 50 % di lahan yang sangat kolusif. Ini membuktikan kerja dari TON. Dan ini sudah banyak bukti petambak yang menggunakan TON terutama daerah Sulawesi dan Gresik. Kemudian kita punya produk namanya Viterna (Vitamin untuk Ternak). Ini sudah banyak bukti terutama sapid an ayam potong. Panen sebelum waktunya. Jadi kalau biasanya 40 hari panen dengan mengunakan Viterna ternyata cukup 35 -37 hari. Sisa waktunya berapa kwintal dan berapa ton pakan yang dihemat. Bobot ayam lebih berat. Kualitas ayam potong yang memakai NASA ternyata mendekati ayam kampung. Pernah dicoba dibawa ke laboratorium UGM ternyata kandungan kolesterolnya turun gajihnya turun tetapi proteinnya naik sampai 2 %. Sudah pernah dibuktikan dengan cara memotong ayam potong yang menggunakan Viterna dan ayam potong yang tidak menggunakan Viterna. Ternyata ayam potong yang menggunakan Viterna mendekati ayam kampung. Selain itu kita mempunyai yang namanya perekat Aero 810. Fungsinya supaya penggunaan seaktu menyemprot upuk lebih efektif karena bisa merekat, menempel merata di daun terutama di musim hujan. Kalau mau mencoba anda cari 2 gelas air dan cari daun yang tidak mudah basah. contohnya daun papaya atau daunt alas. Kemudian masukkan jari anda di Aero 810 kemudian dikucek di gelas yang isi air. kemudian ambil daun yang tidak mudah basah. Masukkan ke gelas yang tanpa Aero. Ketika diangkat tetap kering. Tapi begitu anda masukkan ke dalam gelas yang berisi Aero akan basah kuyub. Kita juga mempunyai pestisida yang bersifat organik. contoh vitura dan virexi adalah spesialis untuk ulat grayak. Ini adalah penyakit yang diberikan ke ulat. Sebetulnya dulu di alam sudah ada tetapi karena disemprot pakai pestisida beracun ikut mati. Ilmuwan NASA membudidayakan ini dan ketika disemprotkan maka ulat itu akan terjangkiti penyakit yang susah disembuhkan. Ibarat manusia terkena aids. Terutama virexi untuk petani bawang merah yang paling banyak membutuhkan. Kemudian kita punya Gliocadium. Bagi petani bawang merah, petani cabai, petani tomat yang paling ditakuti adalah penyakit layu. Penyebab layu ini adalah jamur fusarium SP atau jamur psidomunas SP. Sebenarnya secara alami sudah punya musuh namanya gliocadium. Ini juga jamur, tetapi karena petani menggunakan pestisida kimia beracun, jamur ini mati. Yang tumbuh justru jamur yang merugikan. Maka kalau petani menanam bawang merah, cabai maupun tomat, saat pengolahan lahan sebelum tanam gliocadium wajib dipakai. Kalau petani pakai gliocadium minimal tanaman petani bebas dari penyakit layu. Kenapa saat pengolahan lahan, karena saat pengolahan lahan jamur ini akan tumbuh dan akan mengeluarkan gliofirin. Gliofirin ini yang akan membasmi jamur fusarium atau jamur psidomonas. Dia juga mengeluarkan yang namanya feridin. Feridin ini yang akan membunuh bakteri yang tidak menguntungkan. Jadi ada anti biotiknya. Sepertinya sudah hokum alam justru makhluk hidup yang merugikan yang tahan terhadap pestisida beracun. Yang menguntungkan justru tidak tahan bahkan mati duluan. Jangan dikira kalau ada cabai layu kemudian disemprot bukannya makin sembuh, makin membudayakan layu lagi. Karena musuh alaminya mati disempprot. Kemudian kita punya yang namanya Beuveria Basiana. ini spesialis untuk werwng. Ini juga jamur. Disemprotkan disore hari. Ketika werwng itu hinggap atau makan daun padi terkontaminasi dengan Beuveria Basiana hama itu akan diam tidak beraktifitas, tidak mau makan 3 hari mati dan matinya kering karena diserap cairannya oleh jamur ini. Dan ini tidak berbahaya bagi manusia. Kita juga mempunyai yang namanya Pestona. Ini lebih bersifat sebagai pengendali hama. Disini sudah terbukti di tanaman tembakau. Ini semua organik sehingga tidak merusak lingkungan, tidak merusak petani, tidak merusak yang mengkonsumsi hasil pertanian. Kalau memakai pestisida organik semua aman. Ada vcd yang kebetulan membuat orang Yogya dpat penghargaan dari FaO (badan Pangan Dunia) judulnya baying-bayang racun dan daerah yang diambil di Brebes. karena Brebes betul-betul sarat dengan pestisida kimia beracun. Kita di bidang pertanian juga menyediakan benih. Ada benih semangka non biji dan semangka biji, cabai (setara lado), cabai keriting ck 10 (pakai mulsa), ck 11 (pakai mulsa), cabe besar (daerah dingin), cabai sedang, kobis

Kamis, 25 Juli 2013

Cara mengurangi pupuk kimia pada padi

Cara mengurangi pupuk kimia pada padi dengan hasil panen meningkat
Saya mencoba ke tanaman padi varietas Ciherang dengan luas lahan 3000 m2  dan tanaman padi tersebut saya bandingkan dengan tanaman milik tetangga dengan varietas dan luas yang hampir sama. Produk NASA yang saya gunakan diantaranya Super NASA, POC NASA, Hormonik, AERO 810 (Perekat, perata & Pembasah) serta untuk pengendali hama dan penyakit saya menggunakan PESTONA
Saat menggunakan produk-produk dan NASA ternyata banyak mengalami peningkatan, tanaman padi pertumbuhannya Iebih cepat, waktu panen juga Iebih singkat serta jumlah anakan pun Iebih banyak berkisar 25 – 35 anakan, sedangkan yang tanpa menggunakan  produkNASA hanyasekitar l7-20 anakan saja.
Cara menggunakan produk-produk NASA yaitu : 3 hari sebelum tanam saya berikan 1 botol Super NASA dengan dicampur SP-36 dan PONSKA kemudian ditebar merata ke lahan sebagai pupuk dasar. Untuk penggunaan POC NASA, Hormonik dan AERO 810 saya semprotkan pada pagi hari saat padi berumur 15 hari, 25 hari dan 35 hari. Dosis yang saya berikan yaitu : POC NASA 4-5 tutup + Hormonik 1-2 tutup + AERO 810 sebanyak 1 tutup untuk ukuran 1 tangki (15 liter). Sedangkan untuk pengendalian hama dan penyakitnya saya gunakan PESTONA dengan dosis 7 tutup/tangki ditambah AERO 810 sebanyak 1 tutup yang saya sempnotkan pada sore harinya.
Banyak keuntungan setelah saya menggunakan pnoduk NASA selain keuntungan seperti diatas, keuntungan lain diantaranya adalah bulir padi (buahnya) Iebih padat dan bernas. Selain itu penggunaan pupuk makro (khususnya Ureä)saya kurangi sekitar 25% dari biasanya. Penggunaan pupuk Urea biasanya menghabiskan 100 Kg, setelah menggunakan produk NASA menjadi 75 Kg saja. Sedangkan pupük TSP saya menggunakan 50 Kg dan 25 Kg PONSKA, pupuk KCI hanya menggunakan 25 Kg. Alhasil setelah saya menggunakan tambahan produk NASA hasilnya benar-benar menggembirakan. Jumlah panen dan kualitas gabah jauh lebih tinggi walaupun saya tanam padi di lahan yang kurang air (umumnya di wilayah Kabupaten Sumenep Madura/tadah hujan).
Sebelum saya menggunakan produk NASA pada luas lahan tersebut hanya mendapatkan 1,2 ton/3000 m2, tetapi setelah saya menggunakan produk NASA hasilnya meningkat menjadi 1,8 ton/3000 m2. Mengingat jumlah peningkatan hasil tersebut yang cukup tinggi (untuk lahan tadah hujan) saya memiliki keyakinan bila saja di lahan yang sistem pengairannya cukup baik maka dapat dipastikan hasilnya akan jauh lebih tinggi. Sebagai gambaran analisa ekonomi yang sederhana sebagai berikut:
          Penghematan Urea Rp. 30.000
          Penghematan PONSKA Rp. 43.750
          Penghematan TSP Rp. 42.500
          Penghematan Kcl Rp. 62.500
          Total mengurangi pupuk kimia (Makro) Rp. 178.750,-
Dan pemakaian produk NASA sebanyak 2 botol POC NASA, 2 botol Hormonik, 1 botol Super NASA, 1 botol AERO 810 dan 1 botol PESTONA, jika diuangkan di daerah Madura ini adalah sebanyak Rp. 204.000. Sedangkan untuk total produksi setelah menggunakan produk NASA sebanyak 1,8 ton/3000 m2, jika harga gabah 1 Kg saja Rp. 2.100; maka Rp. 2.100 x 1,8 ton = Rp. 3.780.000. Sedangkan sebelum saya menggunakan NASA hanya mendapatkan 1,2ton/3000 m2, maka Rp. 2.l00 x 1,2 ton = Rp. 2.520.000. Jadi dan analisa tersebut diatas ada selisih sebesar Rp. 1.260.000 dengan menggunakan produk NASA. Ternyata dengan menggunakan produk NASA hasil panen padi berlipat ganda. NASA memang OKE ....!!!

Gunakan Produk NASA Panen Padi Berlipat Dan Hasil Rp. 2.520.000 Menjadi Rp. 3.780.000
Rasyidi (Petani Padi)
Kec. Lenteng, Kab. Sumenep, Madura - Jawa Timur 

Rabu, 24 Juli 2013

Penggerek Batang Padi

Penggerek Batang Padi (PBP) merupakan hama penting karena secara nyata merusak malai sehingga mengurangi jumlah malai yang dapat dipanen atau dalam fase Vegetatif mematikan titik tumbuh sehingga mengurangi jumlah anakan. Populasi Penggerek Batang Padi biasanya meningkat menjelang berakhirnya musim hujan. Penggerek Batang Padi (PBP) disebabkan oleh 4 jenis PBP, yaitu: PBP Kuning (Scirpophaga incertulas), PBP Putih (S. lnnotata), PBP Bergaris (Chilo supressalis), dan PBP Merah jambu (Sesamia inferens). Keempat jenis PBP ini mempunyai cara hidup dan gejala kerusakan yang ditimbulkan hampir persis sama. Liang-liang gerek yang dibuat larva (ulat) dapat memutuskan perjalanan air dan unsur hara dari akar sehingga dapat melemahkan tanaman padi.
Kerusakan yang timbul tergantung pada fase pertumbuhan tanaman. Pada fase Vegetatif (Pembentukan batang, daun, dan anakan), maka daun tengah atau pucuk tanaman mati karena titik tumbuhnya dimakan. Pucuk yang mati akan berwarna coklat dan mudah dicabut. Gejala ini biasa disebut Sundep. Pada fase generatif (pembentukan malai), maka malai akan mati karena pangkalnya dikerat oleh larva. Malai yang mati akan tetap tegak, berwarna abu-abu putih dan bulir-bulirnya hampa. Malai ini mudah dicabut dan pada pangkalnya terdapat bekas gigitan larva. Gejala ini biasa disebut Beluk.
Cara pengendalian :
- Tanam jenis padi yang cepat dewasa
- Tanam secara serempak, selisih waktu tanam jangan melewati 3 -4 minggu
- Buang tunggul-tunggul jerami segera setelah panen dengan cara membenamkan waktu Pengolahan tanah atau memotong tunggul tersebut persis di permukaan tanah. 
- Hindari kelebihan pemakaian pupuk N (Urea, ZA)
- Buang bibit padi yang mengandung telur PBP sebelum penanaman
- Pembibitan, semprotkan Natural BVR sebagai pencegahan pada umur 7 - 10 hari.
- Semprotkan BVR / PESTONA pada umur 10 - 15 hari setelah tanam dan setiap 1 - 2 minggu sekali diselang seling.

Selasa, 23 Juli 2013

Kualitas Pupuk Organik

Kualitas Pupuk Organik 
Pupuk organik yang teruji dilahan pasir berbagai komoditi.